imor-Leste’s big-spending leaders are squandering its savings Kembalinya anak Timor Leste yang ‘diambil paksa’ oleh TNI Legacy of Mass Torture and Challenge for Reform Ocupação humana na ilha timorense de Ataúro tem pelo menos 18 mil anos 20 de Maio - Tempu ba reflexaun..
We are proud to release in this market the first lines of fragrances Buibere for Her and Maubere for Him. Together with glass handcrafted gifts perfect for Christmas.
BEM VINDO E OBRIGADO PELA VISITA!

sexta-feira, 12 de abril de 2013

Saya Tidak Menerima Beasiswa Dari Kabinet Pak Xanana

Tadi ada seorang teman yg mengirim SMS dan menanyakan; "Apakah benar saya menerima beasiswa dari Pemerintah saat ini yg dipimpin Perdana Menteri Jose Alexandre Xanana Gusmao?"

Temanku mengirim SMS tsb utk melakukan konfirmasi karena temanku mendengar informasi dari sumber tertentu di Dili bahwa Kabinet Governo V di bawah Pimpinan Pak Xanana, memberi beasiswa kepada saya. 

Untuk itu melalui catatan pendek saya harus luruskan bahwa saya sama sekali tidak menerima beasiswa dari Kabinet Pimpinan Perdana Menteri Xanana Gusmao. 

Saya pernah mengajukan "proposal" yg ditujukan langsung kepada Perdana Menteri Xanana Gusmao pada tahun 2012. Tepatnya proposal saya, tertanggal 12 Agustus 2012. 

Kemudian PM Xanana Gusmao memberikan "disposisi" yg ditujukan langsung kepada Menteri Pendidikan Timor Leste. Disposisi tsb ditulis tangan dan ditanda-tangani langsung olek PM Xanana Gusmao, pada tgl 24 Agustus 2012. 

Lalu pada tgl 27 Agustus 2012, Gabinete PM Xanana Gusmao, mengirimkan surat kepada Kementerian Pendidikan Timor Leste. Tapi sama sekali tidak ada tanggapan atau tindak lanjut dari Kementerian Pendidikan Timor Leste. 

Saya sempat bertemu langsung Menteri Pendidikan Timor Leste, di Kantornya, di Dili, pada 6 Desember 2012. Tapi Menteri Pendidikan Timor Leste hanya mengatakan bahwa dana yg sumbernya dari; "FDCH" (Fundus Desenvolvimento Capital Humano), tdk diberikan utk mahasiswa yg kuliah di Indonesia. Dana itu hnya diberikan utk mahasiswa yg kuliah di negara lain, yg bukan Indonesia. Dan semenjak itu saya telah melupakan "disposisi" Perdana Menteri Xanana Gusmao tertgl 24/8/2012.

Semoga klarifikasi ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi yg kebenarannya bisa dipertanggung-jawabkan. Saya merasa harus memberikan klarifikasi ini agar tidak boleh ada fihak-fihak yg tidak bertanggung-jawab menggunakan "nama dan kepentingan saya" utk kepentingan-kepentingan pribadi. 

Silahkan dilakukan cross-check ke Kementerian Pendidikan atau Kantor Kabinet V Governo, apakah di sana nama saya tercantum sbg mahasiswa penerima beasiswa dari Pemerintah TL? 

Yg saya pertanyakan adalah; "Mengapa disposisi seorang Perdana Menteri selevel Jose Alexandre Kay Rala Xanana Gusmao tidak memiliki kekuatan mengikat?" Padahal "disposisi" tsb ditanda- tangani pada 24 Agustus 2012 (sudah hampir satu tahun). 

Karena tidak ada beasiswa dari Pemerintah Timor Leste, maka dengan sangat terpaksa, saya memutuskan untuk meninggalkan studi saya yg telah sempat saya jalani Fisiologi & Kedokteran Olaraga Program Pascasarjana Universitas Udayana. 

Pada tgl 22 Februari 2013, Prof. Dr. dr. J. Alex Pangkahila, MSc. Sp. And, dalam kapasitasnya sbg Kaprodi (Kepala Program Studi) Fisiologi & Kedokteran Olahraga Universitas Udayana menelfon saya dan menanyakan; "Mengapa saya tidak mendaftar ulang pada semester ini?" 

Saat itu saya hny secara singkat mengatakan; ada masalah yg sulit saya jelaskan sehingga saya tidak bisa mendaftar ulang. Tapi saat itu saya tdk menyampaikan kepada Prof. Alex bhw saya tdk bisa mendaftar ulang krna masalah financial. Prof. Alex adalah kakak kandung Prof. Wimpie Pangkahila (salah satu Ahli Sexologi Indonesia/saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Sexologi Indonesia).
Keduanya sama-sama Guru Besar di Unud.

Saya ikhlas menerima semuanya. Semoga kalrifikasi ini ada manfaatnya. TUHAN YESUS memberkati kita semua.


20 Maret 2013

 Note : "Hau atu hatoo deit haonoin ida, se karik bele, iha futuro, buka took meios ruma, oin sa, tecnicamente, estudantes sira nebee preenche criteria para bele hetan bolsa, la precisa hein kleur tinan ba tinan (hein fali diskusaun kona ba OGE). 

Nao me digas nacao ou Governo la iha "DANA TAKTIS" nebee bele advance uluk lai pergentagem hira ba estudantes sira nebee defenitivo preenche ona criteria hetan bolsa. 

Hau hanoin estudantes barak mak habusik hela sira nia estudos hansan saida mak acontece mai hau. Tamba ita haree, saida mak acontece hanesan loloos estado haruka nia soldados sira ba halo funu, mas fo uluk kilta deit. Depois mak buka tuir bala (kartus). Se hetan kartus mak haruka tuir. Ida ne'e, bain hira bala to'o ba, soldados sira mate mohu tiha ona." (Rama Cristo)

Sem comentários:

Enviar um comentário